Kampung Berseri Astra

Tentang Kampung Berseri Astra

Kampung Berseri Astra merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan. Melalui program Kampung Berseri Astra ini masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.

Dalam menentukan dan memilih calon Kampung Berseri Astra (KBA) terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati, antara lain:

  1. Koordinasi Perusahaan Group Astra
  2. Pembentukan Tim Kampung
  3. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
  4. Social Mapping
  5. Penentuan Lokasi Kampung Berseri Astra

DAFTAR KAMPUNG BERSERI ASTRA

  • Kampung Wisata
    Kampung Berseri Astra Wisata merupakan Kampung yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian perkampungan, baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adata istiadat dan keseharian.
  • Kampung Hijau
    Kampung Berseri Astra Hijau merupakan suatu perkampungan yang memiliki lingkungan hijau yang asri dan sehat, serta menerapkan program pelestarian fungsi lingkungan baik pada komponen lingkungan (biotik dan abiotic) maupun komponen sosial ekonomi, pendidikan dan budaya serta kesehatan masyarakat.
  • Kampung Produktif
    Kampung Berseri Astra Produktif merupakan salah satu konsep kampung mandiri yang mampu menjadi pusat pembelajaran dan memenuhi kebutuhan sendiri melalui kegiatan produktif dan meningkatkan kualitas hidup di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi
  • Kampung Cyber
    Kampung Berseri Astra Cyber merupakan suatu konsep Kampung modern dengan memanfaatkan perkembangan Teknologi dan Informasi dalam setiap komponen kehidupan Kampung, mulai dari yang berkaitan dengan administrasi Kampung, interaksi sosial, kehidupan ekonomi, pendidikan dan budaya.
  • Kampung Budaya
    Kampung Berseri Astra Budaya merupakan Kampung yang mempunyai potensi adat, tradisi, kesenian, kerajinan, arsitektur, dan tata ruang yang masih nyata ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat kampung berupaya nyata untuk melestarikan dan mengembangkannya.

300 Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera

Selama 61 tahun berdiri, PT Astra International Tbk bercita-cita untuk Sejahtera Bersama Bangsa. Komitmen ini senantiasa diwujudkan dalam bentuk program tanggung jawab sosial (CSR) yang proaktif, terstruktur, dan berkesinambungan. Program CSR Astra menekankan pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program kewirausahaan.

Hari ini, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan melalui percepatan pembangunan desa, Astra mencanangkan program Kampung Berseri Astra menuju Desa Sejahtera. Program ini fokus pada peningkatan ekonomi berbasis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa melalui pengembangan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) sesuai daerahnya masing-masing.

Hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Boediarso Teguh Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT RI Taufik Madjid, perwakilan pemerintah kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T), perwakilan pesantren, penerima & finalis apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards serta eksekutif Grup Astra.

Dalam sambutannya Dirjen Boediarso mengatakan bahwa program ini hanya dapat tercapai dengan sinergi aktif berbagai pemangku kepentingan. “Seluruh pihak harus bekerjasama, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa itu sendiri. Semoga angka desa tertinggal/sangat tertinggal dapat berkurang secara signifikan,” ujar Boediarso.

Dirjen Taufik mengapresiasi hal yang dilakukan oleh Astra. “Astra telah membantu pekerjaan kementerian kami. Harapannya program ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan mengurangi angka pengangguran,” tambah Taufik.

Astra bersama anak perusahaan dan yayasannya akan mengembangkan 300 Kampung Berseri Astra menuju Desa Sejahtera yang tersebar di 100 kabupaten se-Indonesia. Mitra desa binaan Astra ini mencakup 76 Desa di daerah 3T (Kabupaten Mahakam Ulu, Morotai, Biak Numfor, Maluku Tenggara Barat, Rote Ndao, dan Buru), 49 Desa di wilayah pesantren, 16 Desa di wilayah pemenang Satu Indonesia Awards, dan 159 Desa di wilayah operasional Grup Astra dan Yayasan.

Dalam jangka panjang, ketika desa-desa yang sudah dibina dalam pilar kewirausahaan ini dapat menunjukkan prestasi terbaiknya, maka desa ini akan diperkuat juga dengan program pendidikan, lingkungan dan kesehatan dalam skema Kampung Berseri Astra untuk mewujudkan masyarakat desa yang bersih, sehat, cerdas dan produktif.

Astra Untuk Indonesia Hijau di Pulau Pramuka

PT Astra International Tbk bersama karyawan perusahaan-perusahaan Grup Astra, media dan blogger pada dua hari ini (27-28 September 2018) mengadakan ‘aksi hijau’ di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, satu dari 77 Kampung Berseri Astra yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam ‘aksi hijau’ tahun ini, Astra mengajak peserta untuk menjelajahi sekaligus mempelajari berbagai aktivitas ramah lingkungan, seperti mengamati cara kerja biodigester, sumur resapan, urban farming, membuat ecobrick, hingga menanam 500 pohon mangrove serta terumbu karang sebagai upaya untuk mencegah abrasi dan kerusakan ekosistem laut.

Seluruh kegiatan yang ada di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka ini menitikberatkan pada bidang lingkungan, karena sampah menjadi persoalan yang sangat besar di kehidupan masyarakat pulau dari dulu hingga sekarang. Jadi perlu berbagai cara inovatif untuk menyikapinya.

Adalah Mahariah, seorang guru sekolah dasar berusia 49 tahun kelahiran Pulau Panggang, Kepulauan Seribu yang merupakan tokoh masyarakat yang berpengaruh dan dipercaya dapat mendorong warga lainnya untuk mengatasi berbagai persoalan sampah dan masalah lingkungan, ekonomi dan sosial lainnya.

Sejak 15 tahun lalu, Mahariah bersama tim kecilnya mengembangkan program ekowisata, yaitu program pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pendidikan.

Seiring dengan kegiatan positif Mahariah dan kelompoknya, Astra memfasilitasi berbagai kegiatan pembinaan yang mengacu pada empat pilar kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan yang kemudian dicanangkan menjadi Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka pada tahun 2015.

Pada bidang kesehatan, Astra melatih kader posyandu dalam rangka mendukung Program Indonesia Sehat. Pada bidang pendidikan, Astra memberikan pendampingan sekolah adiwiyata, pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan memanfaatkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada, serta pemberian beasiswa untuk anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA. Kemudian pada bidang kewirausahaan dilakukan pembinaan UMKM dengan salah satu produk unggulan keripik sukun.

Pada bidang lingkungan, kegiatan berfokus pada pengolahan sampah dan ketersediaan air bersih. Kegiatan yang dilakukan antara lain, pengelolaan bank sampah, pengumpulan sampah organik yang dimasukkan ke dalam alat biodigester, sehingga menghasilkan biogas untuk keperluan memasak, pemanfaatan ulang botol plastik agar menjadi bata ramah lingkungan (ecobrick), pembuatan karya seni dari limbah styrofoam, serta penampungan air hujan dan pertanian sayur organik yang dapat dilakukan di halaman rumah.

Harapannya dengan kerja keras dan ketulusan hati, suatu hari nanti Mahariah dan masyarakat Pulau Pramuka dapat mewujudkan secara nyata tagline yang selalu dikobarkan: Pulauku Nol Sampah.

Semangat Mahariah dalam berjuang memelihara lingkungannya sejalan dengan filosofi perusahaan Astra, butir pertama Catur Dharma, Menjadi Milik yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara.

Mahariah, Wanita Penggerak #PulaukuNolSampah

Rabu, 02 Mei 2018

Menyusuri jalan kecil di pinggiran laut di Kepulauan Seribu ini bagai melihat dua mata koin yang berbeda. Di satu sisi, indahnya laut berwarna biru kehijauan membentang luas. Di sisi lainnya tumpukan sampah penuh warna seolah menyadarkan kita dari mimpi indah saat menatap indahnya lautan di Kepulauan Seribu. Tempat Pembuangan Akhir KBA Pulau Pramuka disamping Hutan Mangrove.

Tapi ternyata, ada surga tersembunyi di balik tumpukan sampah itu.

Jika kita terus berjalan tak jauh dari jalan kecil di pinggir laut tadi, kita dituntun menuju hamparan kehijauan di tengah pulau yang dikelilingi laut biru. Udara segar dapat kita hirup saat memasuki area ini. Banyak pohon-pohon tinggi nan rindang yang apik jika diabadikan dalam sebuah foto.

Terlihat juga ada tanaman hidroponik dan beberapa sudut bermain anak, mulai dari lapangan futsal, lapangan bulu tangkis, bahkan saung/gazebo untuk bermain sambil belajar.

Keadaan seperti ini bisa ditemukan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Persoalan sampah tak hanya dihadapi oleh Pulau Pramuka, tetapi juga dihadapi pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu.

Tumpukan sampah berasal dari sampah-sampah plastik yang terbawa dari lautan ke pinggir pantai. Tak hanya dari laut, ternyata sampah-sampah ini juga limbah rumah tangga warga setempat.

Sampah yang sulit terurai ini berdampak terhadap ekosistem, baik di darat maupun yang di laut, antara lain ekosistem terumbu karang dan mangrove menjadi terganggu bahkan bisa menyebabkan kematian bagi benih mangrove dan terumbu karang.

Adanya bahan berbahaya dan beracun dari sampah plastik juga bisa mengakibatkan ikan dan biota laut lainnya mengalami gangguan bahkan kematian. Menyedihkan bukan bila hal itu terjadi?

Pulau Pramuka memiliki luas 16,73 hektar dengan persoalan utamanya adalah pengelolaan sampah.

Penting bagi kita untuk sadar akan kelestarian lingkungan. Mengurangi jumlah sampah antara lain dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik/air minum dalam kemasan, menggunakan produk yang dapat didaur ulang, mendaur ulang sampah, serta ikut aktif dalam aksi pembersihan lingkungan.

Adalah Mahariah, wanita berusia 47 tahun, yang telah mengabdi pada lingkungan hingga berhasil memeroleh penghargaan Kalpataru dari pemerintah. Masyarakat di Kampung Berseri Astra (KBA) Pulau Pramuka diajaknya untuk mengolah sampah mereka sendiri, secara mandiri.

Ia hadir sebagai penggerak masyarakat sekitar untuk mulai menyadarkan akan pentingnya kebersihan dan pengolahan sampah di KBA Pulau Pramuka.

Awalnya Mahariah hanya berkerja sendiri dalam pengolahan sampah di pulau ini, hingga akhirnya dapat mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat.

Sampah anorganik dibuat menjadi beragam kerajinan hingga bernilai ekonomi dan dijual kembali. Ada juga yang dijadikan ecobrick, yakni sampah botol plastik yang dijejalkan sampah-sampah plastik lainnya hingga padat kurang lebih 250-300 gram. Ecobrick atau “batako” yang ramah lingkungan ini bisa dipakai untuk membuat furnitur atau bangunan sederhana.

Mahariah juga berkerja sama dengan sekelompok penyelam bernama Divers Clean Action (DCA). Para penyelam yang berkunjung ke Pulau Pramuka turut diajak menjaga kebersihan dengan memungut sampah yang ada di dasar laut.

Nah, sampah organik ada yang dijadikan bahan pembuatan biogas, kompos cair, dan kompos padat. Pupuk kompos ini nantinya bisa dijual lagi atau dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai media tanam di rumah masing-masing.

Kalau ditanya tentang cita-cita, Mahariah punya cita-cita untuk bisa menanam padi di laut dengan menggunakan tenaga matahari. Sebuah cita-cita yang luar biasa yang terlatarbelakangi dari keinginannya untuk terus menjaga bumi kita tercinta.

Ayo, selamatkan lingkungan, selamatkan anak cucu kita.

Selamat Hari Bumi